Bookmaker Skotlandia memperingatkan Menteri Pertama Nicola Sturgeon bahwa ratusan pekerjaan akan beresiko jika pemerintah tidak mengimplementasikan bantuan untuk bisnis sebagian bagian untuk membantu mereka mengatasi biaya yang terus dikeluarkan oleh perusahaan ditengah pandemi COVID-19.

Berbeda dengan Inggris, Holyrood memilih untuk mengecualikan toko taruhan dari skema bantuan bisnis yang mana didesain untuk mendukung bisnis yang mana untuk mengatasi penurunan pendapatan selama pandemi.

Walaupun keberatan, Menteri Skotlandia telah menolak untuk memberikan bantuan untuk toko taruhan yang mana menurut Chairman dari Scotbet, John Heaton telah memberikan pukulan yang telak bagi perusahaan ketika pendapatan juga telah turun.

Heaton menjelaskan bahwa keputusan tidak menawarkan bantuan akan mengakibatkan Scotbet yang dipimpinnya akan menanggung biaya lebih dari 400 ribu pounds. “Kami merasa sangat frustasi bahwa kami tidak mendapatkan bantuan keuangan seperti sektor permainan dan judi lainnya di Skotlandia dapatkan.

Bookmaker Skotlandia Peringatan Pemerintah Skotlandia Akan Ancaman PHK Besar-Besaran Jika Tidak Memperoleh Bantuan

“Jumlah tersebut tentunya tidak menjadi masalah untuk para bookmaker besar tetapi untuk kami ini adalah sebuah dana yang dapat digunakan untuk bertahan. Dampak yang akan terjadi adalah sektor independen akan mati dan bookmaker besar akan diuntungkan dan senang bahwa kompetitor independen telah dihilangkan untuk mereka.”

Bantuan dukungan untuk sektor hiburan, pariwisata dan retail yang diwacanakan oleh pemerintah telah menawarkan beberapa bagian dari industri permainan dan taruhan termasuk taman hiburan, pusat bingo, pusat hiburan dan arena balap tetapi tidak taruhan taruhan.

Setelah dibuka kembali pada 29 Juni, toko taruhan di Skotlandia yang sebelumnya telah diberitahu untuk tidak boleh menyediakan kursi, mesin permainan dan layar untuk menonton balapan kuda secara live untuk menghentikan kerumunan orang didalam toko. Pembatasan ini, yang mana hanya berlaku di Skotlandia diharapkan akan dicabut pada 22 Juli menyusul intervensi dari Betting and Gaming Council (BGC).

Kepala Eksekutif BGC, Michael Dugher mengatakan, “Kami benar-benar senang ketika pemerintah Skotlandia mendengarkan kami untuk mencabut pembatasan tersebut yang mana telah menyebabkan turunnya perputaran sebesar 95 persen dibandingkan sebelum dilakukan lockdown pada beberapa toko.

“Kami saat ini meminta mereka untuk menyesuaikan tingkat punggutan pada bisnis dan memberikan bantuan yang sama dengan sektor lain di industri ini untuk toko taruhan.

“Bisnis ini mempekerjakan ribuan orang diseluruh Skotlandia dan mereka berhak untuk memperoleh dukungan penuh dari pemerintah mereka saat ini. Jika mereka tidak memperolehnya, banyak akan akan kehilangan pekerjaannya karena toko tempat mereka bekerja terpaksa ditutup.

“Pemerintah Skotlandia harus untuk melakukan sesegera mungkin untuk mencegah hal tersebut terjadi dan memastikan toko taruhan dapat memainkan bagian mereka untuk membantu pemulihan ekonomi.”