Sportradar membantah adanya kesalahan yang mereka lakukan terkait ancaman dari asosiasi sepakbola Ukraina, Ukrainian Association of Football (UAF) yang akan membawa masalah ini ke jalur hukum terkait dengan pengumpulan dan distribusi data yang tidak berizin.

Penyedia data tersebut merupakan satu dari tiga perusahaan yang diminta oleh UAF pada 20 Februari untuk menghentikan pengumpulan data pertandingan di liga utama Ukraina, Ukrainian Premier League (UPL) termasuk juga kompetisi U-21 dan U-19. Sementara UAF tidak memiliki rekan data resmi ketika tuntutan tersebut disampaikan, mereka lalu menandatangani kesepakatan eksklusif dengan FeedConstruct pada Mei lalu yang mencakup UPL dan Piala Ukraina.

Managing Director Sportradar, David Lampitt menyatakan sebelumnya pada tahun ini, ini merupakan hanya penyedia data yang menginvestasikan pada kerjasama resmi di Ukraina.

Federasi Sepakbola Ukraina Terlibat Adu Argumen Dengan Sportradar

“Kesepakatan dengan UPL ini telah berjalan sejak 2014,” kata Lampit. “Sejak kerjasama tersebut berakhir pada tahun lalu, kami telah berada pada kontrak reguler dengan UPL untuk kesepakatan jangka panjang kami untuk kompetisi sepakbola Ukraina. Setelah diberitahu mengenai penunjukan FeedConstruct sebagai rekan resmi data untuk UAF/UPL tiga minggu lalu, kami telah secara aktif menguhubungi mereka untuk mendapatkan sub-license.”

Namun, menyusul kesepakatan mereka dengan FeedConstruct, UAF mengirim dua surat yang tertanda 15 dan 18 Juni yang berisi keberatan terhadap Sportradar dan menuduh perusahaan telah melanggar hak taruhan dengan mengirim penyuluh data ke pertandingan UAF.

Pada surat pertama tersebut, UAF mengklaim bahwa mereka telah mengidentifikasi beberapa pelanggaran terhadap hak taruhan yang dilakukan Sportradar selama mengawasi kunjungan ke lokasi pertandingan. Pada surat kedua, UAF menulis, “Mempertimbangkan kenyataan bahwa perusahaan anda terus mengirim penyuluh ke pertandingan sepakbola Ukraina, kami mempertimbangkan perilaku seperti itu adalah tindakan yang mengancam dan memberitahu kepada anda bahwa kami memiliki hak untuk mengambil tindakan terhadap perusahaan anda.”

Ini tentunya dimengerti bahwa Sportradar merespon tuduhan tersebut yang memperlihatkan perhatian pada adanya kebocoran pada komunikasi bisnis yang seharusnya rahasia.

Penyedia data tersebut juga mempertanyakan hak dari federasi untuk mencegah penyuluh yang tidak berizin dari mengumpulkan data dari pertandingannya, mengklaim bahwa tidak ada hak intelektual pada data olahraga langsung didalam undang-undang kompetisi Eropa.