Operator dan agen judi online terbaik di Kenya, SportsPesa dan Betin hanya tinggal menyisakan satu langkah untuk kembali memulai operasi mereka di negara tersebut. Pengadilan Banding Pajak Kenya baru-baru ini memutuskan untuk untuk menolak keinginan dari pemerintah untuk mengenakan pajak untuk kemenangan dari para pemain.

Setelah pertarungan panjang di Tribunal, SportPesa dan Betin akhirnya menerima keunggulan dari sengketa ini. keputusan baru-baru ini akan membuat operator untuk melawan undang-undang pajak judi baru yang kontroversi. Pihak otoritas dari kantor pajak ingin mengenakan pajak kepada kemenangan pemain pada platform. SportPesa lalu menghentikan semua operasi yang dimilikinya dan merumahkan semua staf lokal dan menarik semua kerjasama sponsorship sebelum akhirnya keluar dari pasar tersebut. Betin juga meninggalkan pasar tersebut pada waktu yang hampir bersamaan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pajak yang tidak fair tersebut.

SportPesa Dan Betin Pertimbangkan Kembali Ke Pasar Kenya Menyusul Keputusan Pengadilan

Operator mengatakan bahwa pemerintah telah membuat sebuah kebijakan taruhan yang tidak fair dengan menargetkan para operator secara khusus dibanding mengenakan pajak kepada pendapatan yang didapatkan oleh pemain. Pengadilan setuju dengan pandangan dari para operator. Menurut Ronald Karauri, Kepala SportPesa, keputusan pengadilan merupakan perkembangan besar di pasar Kenya dan perusahaannya akan berpikir mengenai kembali secepatnya. Dirinya berkata bahwa ketika manajemen menentang kebijakan pajak ini, mereka tetap mempertimbangkan bahwa Kenya adalah pasar yang penting.

Menurut Karauri, perusahaan akan kembali ke pasar dan memeriksa kapan itu dapat dilakukan untuk kembali hadir.

“SportPesa akan mempertimbangkan kembali masa depan operasinya di Kenya. Kami mendorong pihak otoritas untuk menaati apa yang diputuskan oleh pengadilan dan melakukan pendekatan yang masuk akal terhadap regulasi judi dan pajaknya sesuai dengan praktek terbaik di level internasional,” kata Karauri.

Kebijakan pajak baru dari pemerintah diumumkan pada 1 Juli tahun ini dan sebanyak 27 operator menolak untuk patuh. Keputusan baru-baru ini menjadi pertanda bahwa pandangan dari para operator adalah benar tetapi ini tidak akan mengubah peraturan judi di negara ersebut. Hal ini berarti bahwa kondisi pasar telah benar-benar berubah semenjak kedua operator tersebut keluar. Jika Betin dan SportPesa memulai kembali operasi mereka dan pemain akan harus bermain lebih banyak daripada sebelumnya dan membayar pajak untuk setiap pemasangan terlepas hasilnya menang atau kalah. Kondisi seperti ini akan menghilangkan minat pemain untuk bermain.

Ketika SportPesa yang menolak pajak tersebut mecoba untuk menekan pemerintah untuk mengubah keputusannya. Beberapa pembuat kebijakan mendukung keputusan mereka dan mengatakan bahwa perginya operator akan menjadi bunci lonceng kematian yang menjadi awal dari hancurnya industri judi Kenya dan akan mempengaruhi GDP.

Otoritas pendapatan Kenya yang menangani pajak telah mengumumkan akan melakukan banding atas keputusan ini.